Hari ini : Selasa, 09 Pebruari 2010 | 12:49 WIB
Advertisement
KM Jelatik Sepekan Tak Berlayar, Pedagang Sayur Merugi
Kamis, 31 Juli 2008 | 08:57 WIB
Pedagang Pasok Cabai dari Jakarta
SELATPANJANG--Tidak berlayarnya KM Jelatik Ekpres dalam sepekan ini, nyaris melumpuhkan aktivitas pasar kota Selatpanjang. Suplai sayur-sayuran dari Padang dan Bukit Tinggi via Pekanbaru terpaksa ikut terputus. Akibatnya, para pedagang sayur terutama cabai, terpaksa  harus menutup dagangannya.
 Kalaupun ada yang bertahan, terpaksa harus memesan ke  Pekanbaru dan mengirimnya via speed boat Porti ataupun Garuda.

Akibat kondisi ini, para pedagang mengeluh karena merugi. Selain biaya ongkos yang mahal, harga cabai di Pekanbaru juga sempat melambung naik. Alhasil pedagang kesulitan menetapkan harga jual eceran cabai di pasaran.

‘’ Pusing Pak, sudah sepekan lebih kita tidak berjualan. Mau memesan cabai, harga cabai di Bukti Tinggi juga sudah naik. Perkilonya mencapai Rp29 ribu, mau dijual berapa di Selatpanjang. Sementara, kapal yang membawanya juga tidak ada, Jelatik tidak jalan. Mau pakai speed boat, tidak mungkin selain ongkosnya yang mahal jumlahnaya juga terbatas. Mau tidak mau, terpaksa kita berhenti berjualan,’’ ujar Hendir (36) salah seorang pedangang cabai di pasar Sandang Pangan Selatpanjang, baru-baru ini.

Kalau Hendri terpaksa tidak jualan, H Syarifuddin lain lagi. Lelaki yang mengaku sudah 25 tahun menjadi pedagang cabai di kota Selatpanjang ini tetap nekat berjulan. Mahalnya harga  cabai Bukti Tinggi memaksa H Syarifuddin berusaha memasok cabai dari Jawa. Meskipun jaraknya yang relatif jauh, kalau diperhitungkan dengan kondisi harga masih memungkinkan untuk dijual di pasar. Hanya saja, untuk mengangkutnya terpaksa harus dikirim lewat pesawat terbang via Batam.

‘’Tidak ada pilihan lain, kalau tetap menunggu KM Jelatik berlayar, jelas harus menutup usahanya. Mau tidak mau terpaksa mensuplai cabai dari Jawa dengan melalaui pesawat udara. Jujur selama 25 tahun berdagang  cabe di kota Selatpanjang baru kali ini saya mengirim cabai lewat pesawat udara. Hitung-hitung memang eklusif, tapi mau bagaimana lagi. Dengan langkah ini mau tidak mau terpaksa ikut mendongkrak harga cabai sampai  Rp32 ribu per kilo,’’ papar H. Syarifuddin..

Sempat terputusnya suplai cabai dan bebagai jenis sayuran  akibat tidak berlayarnya KM Jelatik juga diakui Camat Selatpanjang Masrul Kasmy. Menurutnya, selain mengangkut penumpang KM Jelatik juga membawa sayur-sayuran yang dipesan para pedagang dari Pekanbaru.***
Komentar
Beri Komentar RSS
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Judul:
 
Masukkan kode yang ada pada gambar.

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."